Undang
JURU LANGSIR DI STASIUN TERTINGGI CIKAJANG
Kompas, Senin, 14 April 2014
Undang menjadi juru langsir lokomotif di Stasiun Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada era tahun 1950-an hingga sekitar tahun 1972. Pada saat ini, Undang tidak lagi bekerja sebagai juru langsir, namun perhatiannya pada perkeretaapian tidak menyurut. Undang sekarang mencari nafkah dengan menjadi tukang becak. Meski usianya sudah 82 tahun, tubuhnya masih tegap dan dia merasa sehat. Dalam perkawinannya dengan Endah, mereka dikaruniai 13 anak dan dua diantaranya telah meninggal.
Stasiun Cikajang adalah stasiun tertinggi di Indonesia yang terletak 1.246 meter di atas permukaan laut. Stasiun ini merupakan stasiun ujung dari lintasan cabang Stasiun Cibatu, yang melewati Stasiun Garut sepanjang sekitar 47 kilometer. Dari informasi tertulis yang ada, lintasan Stasiun Cikajang ditutup mulai November 1982, begitupun beberapa lintasan stasiun Jawa Barat lainnya pada tahun itu. Penyebab ditutupnya layanan angkutan transportasi massal kereta api tersebut diperkirakan karena kekurangan bahan bakar batubara untuk lokomotif serta banyak lokomotif menjadi rusak dan kurang terawat.
Kakaknya, Encoh memang terlebih dahulu bekerja di Stasiun Cikajang sebagai juru langsir juga. Mereka berdua menjadi juru langsir lokomotif untuk berbalik, dari semula di depan gerbong ke belakang gerbong. Undang mengenang selama menjalankan pekerjaan juru langsir selama lebih dari 20 tahun, dia diberi upah sekitar 120 kilogram beras per bulan. Sayang, saat hendak menjadi pegawai tetap PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api, sekarang : PT. KAI) demi gaji tetap, Undang tidak diterima. Selepas diyatakan ditolak sebagai pegawai resmi perusahaan pengelola kereta api, Undang kemudian menjalani hidup sebagai kuli.
Selama setahun berikutnya, dia masih dipekerjakan untuk melangsir sampai 10 tahun berlalu sampai Stasiun Cikajang mati. Undang menjadi saksi hidup nadi perkeretaapian di Stasiun Cikajang. Stasiun ini beroperasi sejak 30 Agustus 1930. Kereta api selain berfungsi untuk mengangkut penumpang, juga digunakan untuk mengangkut berbagai komoditas yang dihasilkan di wilayah Jawa Barat bagian selatan tersebut pada saat itu seperti karet, teh, kentang, dan kina yang di kirim ke Batavia (Jakarta).
Sekarang ini kondisi bangunan Stasiun Cikajang mengenaskan. Sebagai penanda stasiun kereta api tertinggi, stasiun ini luput dari perhatian pemerintah. Undang menyayangkan hal itu bukan karena predikat tersebut, tetapi kereta api tetap dibutuhkan masyarakat sampai kapan pun.
Opini
Menurut saya, Undang adalah sosok yang tidak mudah menyerah, pekerja keras, dan sederhana. Meski keadaan kehidupannya tidak seperti yang Undang inginkan, namun ia tetap bersyukur untuk menjalankannya dengan harapan yang besar untuk berkembangnya perkeretaapian di Indonesia.