Sabtu, 13 Desember 2014

SOSOK (10)




Mohammad Ali

 

Dari Mangrove Menuju Kemandirian

Kompas, Senin, 8 December 2014


Mohammad Ali adalah seorang lelaki yang merintis penanaman mangrove dengan 150 bibit Rhizopora sp (salah satu jenis tanaman mangrove). Pria berusia 46 tahun ini, memulai karirnya ketika ia bersama dengan teman-temannya yang seorang nelayan yang sedang melaut, menyaksikan bagaimana hutan mangrove ditebang dan semakin sedikitnya ikan tangkapan. Maka, pada tahun 2009, ia mencoba membibitkan tanaman mangrove bersama dengan istrinya.

Dikarenakan lurah tempat Ali bermukin mendapatkan info bahwa Syahbandar Pelabuhan Tanjung laut memerlukan 1000 pohon bibit, dan berkat dukungan dari lurah, Ali pun membuat kerja sama dengan PT Badak LNG. Karena tidak mungkin mencapai target sendiri, Ali juga membuat Kelompok Tani Lestari Indah untuk mengerjakan pembibitan bersama-sama.

Penanaman mangrove ini berkembang dengan pesat. Tidak hanya dapat menyediakan 100.000 bibit mangrove per tahun untuk program penghijauan PT Badak LNG , tetapi Kelompok Tani Lestari juga menyuplai kebutuhan Pemerintahan Kota Bontang, Dinas Perikanan, Provinsi Kaltim, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat. Kawasan tanaman mangrove yang semakin luas, membuat kelompok juga bertambah. 

Hutan mangrove tidak hanya melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai tempat berkembangnya ikan dan biota laut, dan dampaknya akan dapat langsung dirasakan oleh para nelayan. Dengan adanya hutan mangrove, tumbuh lah kelompok baru yaitu kelompok ibu-ibu pengolah hasil hutan mangrove, seperti pewarna batik, sirup, tepung dan dodol.

Pengolahan pewarna batik dikerjakan sendiri oleh Kelompok Tani Lestari Indah, sedangkan pengolahan makanan, dikerjakan oleh tiga kelompok berbeda, yaitu kelompok Tani Daun Harum, Wanita Pesisir, dan Karya Wanita. Dengan ini, Ali sudah dapat menghidupi lebih dari 180 orang beserta dengan keluarganya.  Sumbangan dari PT Badak LNG, yaitu berupa ruang Mangrove Information Center seluas 200 metes persegi, menjadi tempat pembelajaran mangrove.

Kelompok yang didirikan oleh Ali yang lainnya adalah kelompok katering, yang beranggotakan ibu-ibu. Mereka membuat perternakan bebek yang nantinya akan dijual dengan harga pasar, tidak hanya bebek, tetapi juga ada ikan kerapu putih, kakap merah, dan baronang.  Ali juga memeiliki dangau-dangau yang di persiapkan untuk ekowisata dan pemancingan, yang sekarang berjumlah 6 dangau dengan atap berwarna biru, yang berartikan bahwa mereka membuat nya dengan hasil mereka sendiri.

Dengan semua hasil dan kerja yang dilakukan oleh Ali dan teman-temannya, mereka pun mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya adalah, Kelompok Tani Pelestari Lingkungan dari Kotamadya Bontang pada tahun 2011.  Ada satu hal lagi yang ingin dicapai oleh Ali, yaitu ia ingin mengembangkan kawasan ekowisata yang bisa mendudukan pembelajaran, pemancingan, dan kuliner sekaligus, yang kini sudah berlangsng 40%.


Opini
            
Saya sangat kagum dengan beliau, karena tidak hanya dapat membantu melestarikan lingkungan tetapi Ali juga dapat memberikan lowongan pekerjaan bagi penduduk di sekitar Bontang. Sehingga kehidupan keluatan dan kehidupan perekonomian masyarakat berjalan dengan seimbang dan baik. Dan dapat dipastikan bahwa tidak ada golongan pun yang dirugikan. Semoga Bapak Ali bisa menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia yang lainnya.

2 komentar:

  1. Mangrove memang memiliki banyak kegunaan untuk perairan dari mulai meminimalisir kemungkinan pantai terkena abrasi sampai melindungi biota laut yang hidup. Disaat sebagian besar manusia tidak perduli dengan lingkungannya apalagi kondisi perairan, namun Bapak Ali ini memberi perhatian kepada tanaman Mangrove ini. Dari hasil yang dapat dilihat dari kegiatannya, tidak salah ia mendapatkan penghargaan dan bahkan dapat menggunakan hasil ini untuk menghidupi keluarganya dan keluarga dari anggota-anggota yang telah tergabung bersama.
    Makasih Naimi untuk postingan ini :)

    BalasHapus
  2. Memunculkan kecintaan terhadap lingkungan sangat sulit jika tidak disadari oleh kesadaran didalam diri. Saya sangat senang melihat seseorang yang sangat mencintai alam apalagi membudidayakannya. Menurut saya kecintaan pada alam akan membawa dampak yang positif tidak hanya lingkungan namun bermanfaat pula untuk manusia:)

    BalasHapus