Mohammad Ali
Dari Mangrove Menuju Kemandirian
Kompas, Senin, 8
December 2014
Mohammad Ali adalah seorang
lelaki yang merintis penanaman mangrove dengan 150 bibit Rhizopora sp (salah satu jenis tanaman mangrove). Pria berusia 46
tahun ini, memulai karirnya ketika ia bersama dengan teman-temannya yang
seorang nelayan yang sedang melaut, menyaksikan bagaimana hutan mangrove
ditebang dan semakin sedikitnya ikan tangkapan. Maka, pada tahun 2009, ia
mencoba membibitkan tanaman mangrove bersama dengan istrinya.
Dikarenakan lurah tempat Ali
bermukin mendapatkan info bahwa Syahbandar Pelabuhan Tanjung laut memerlukan
1000 pohon bibit, dan berkat dukungan dari lurah, Ali pun membuat kerja sama
dengan PT Badak LNG. Karena tidak mungkin mencapai target sendiri, Ali juga
membuat Kelompok Tani Lestari Indah untuk mengerjakan pembibitan bersama-sama.
Penanaman mangrove ini berkembang
dengan pesat. Tidak hanya dapat menyediakan 100.000 bibit mangrove per tahun
untuk program penghijauan PT Badak LNG , tetapi Kelompok Tani Lestari juga
menyuplai kebutuhan Pemerintahan Kota Bontang, Dinas Perikanan, Provinsi
Kaltim, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat. Kawasan tanaman mangrove yang
semakin luas, membuat kelompok juga bertambah.
Hutan mangrove tidak hanya
melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai tempat berkembangnya ikan
dan biota laut, dan dampaknya akan dapat langsung dirasakan oleh para nelayan.
Dengan adanya hutan mangrove, tumbuh lah kelompok baru yaitu kelompok ibu-ibu
pengolah hasil hutan mangrove, seperti pewarna batik, sirup, tepung dan dodol.
Pengolahan pewarna batik
dikerjakan sendiri oleh Kelompok Tani Lestari Indah, sedangkan pengolahan
makanan, dikerjakan oleh tiga kelompok berbeda, yaitu kelompok Tani Daun Harum,
Wanita Pesisir, dan Karya Wanita. Dengan ini, Ali sudah dapat menghidupi lebih
dari 180 orang beserta dengan keluarganya. Sumbangan dari PT Badak LNG, yaitu berupa
ruang Mangrove Information Center seluas 200 metes persegi, menjadi tempat
pembelajaran mangrove.
Kelompok yang didirikan oleh Ali
yang lainnya adalah kelompok katering, yang beranggotakan ibu-ibu. Mereka
membuat perternakan bebek yang nantinya akan dijual dengan harga pasar, tidak
hanya bebek, tetapi juga ada ikan kerapu putih, kakap merah, dan baronang. Ali juga memeiliki dangau-dangau yang di
persiapkan untuk ekowisata dan pemancingan, yang sekarang berjumlah 6 dangau
dengan atap berwarna biru, yang berartikan bahwa mereka membuat nya dengan
hasil mereka sendiri.
Dengan semua hasil dan kerja yang
dilakukan oleh Ali dan teman-temannya, mereka pun mendapatkan beberapa
penghargaan, salah satunya adalah, Kelompok Tani Pelestari Lingkungan dari
Kotamadya Bontang pada tahun 2011. Ada
satu hal lagi yang ingin dicapai oleh Ali, yaitu ia ingin mengembangkan kawasan
ekowisata yang bisa mendudukan pembelajaran, pemancingan, dan kuliner
sekaligus, yang kini sudah berlangsng 40%.
Opini
Saya sangat kagum dengan beliau, karena tidak hanya dapat
membantu melestarikan lingkungan tetapi Ali juga dapat memberikan lowongan
pekerjaan bagi penduduk di sekitar Bontang. Sehingga kehidupan keluatan dan
kehidupan perekonomian masyarakat berjalan dengan seimbang dan baik. Dan dapat
dipastikan bahwa tidak ada golongan pun yang dirugikan. Semoga Bapak Ali bisa
menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia yang lainnya.

Mangrove memang memiliki banyak kegunaan untuk perairan dari mulai meminimalisir kemungkinan pantai terkena abrasi sampai melindungi biota laut yang hidup. Disaat sebagian besar manusia tidak perduli dengan lingkungannya apalagi kondisi perairan, namun Bapak Ali ini memberi perhatian kepada tanaman Mangrove ini. Dari hasil yang dapat dilihat dari kegiatannya, tidak salah ia mendapatkan penghargaan dan bahkan dapat menggunakan hasil ini untuk menghidupi keluarganya dan keluarga dari anggota-anggota yang telah tergabung bersama.
BalasHapusMakasih Naimi untuk postingan ini :)
Memunculkan kecintaan terhadap lingkungan sangat sulit jika tidak disadari oleh kesadaran didalam diri. Saya sangat senang melihat seseorang yang sangat mencintai alam apalagi membudidayakannya. Menurut saya kecintaan pada alam akan membawa dampak yang positif tidak hanya lingkungan namun bermanfaat pula untuk manusia:)
BalasHapus