Rabu, 05 November 2014

SOSOK (4)




Robert Eli Sipayo



Penjaga Tertinggi Budaya Kalumpang

Kompas, Selasa, 29 April 2014


Bapak Robert Eli Sipayo, yang biasa dipanggil Eli, adalah seorang Tobara’ atau ketua adat di Tanalotong, Kalumpang, Sulawesi Barat. Ia lahir pada tanggal 30 Juli 1942, di Kalumpang. Walaupun ia tinggal di rumah kayu yang sederhana, semangatnya akan merawat kebudayaan masyarakat Kalumpang tak pernah goyah. Dengan ditemukannya berbagai benda-benda prasejarah di daerah itu, membuat Eli ingin merawat dan melestarikan identitas masyarakat Kalumpang tersebut.

Dikarenakan adat-istiadat Kalumpang mulai memudar dan semakin hilang karena perkembangan zaman, Eli dan masyarakat Kalumpang akhirnya membuat suatu lembaga adat (2008), hal itu dimaksudkan untuk menjadi rujukan soal adat sekaligus benteng penjaga tertinggi kebudayaan masyarakat Kalumpang. Sejak menjadi ketua adat, Eli semakin giat dalam mendata seluruh kekayaan adat-istiadat Kalumpang. Tidak hanya itu, ia kini berupaya untuk membukukan hukum adat Kalumpang pada masa lampau.

Dibukukannya hukum adat Kalumpang, karena kerap ditemukannya hukum adat yang berbeda-beda, dan bercampur aduk dengan hukum lain, sehingga Eli berkeliling setiap kampong untuk mengumpulkan hukum-hukum adat yang masih terjaga. Eli juga berupaya untuk menyelamatkan tradisi yang hampir punah, salah satunya tradisi “Ole” atau pantun yang dilagukan. Ia berniat untuk mengumpulkannya, dan mengajarkannya ke generasi muda Kalumpang.

Eli juga menyusun buku tentang kebudayaan Kalumpang, yang rencananya diberi judul Melacak Budaya Kalumpang sejak Zaman Neolitikum. Data-datanya dikumpulkan sejak tahun 1980-an dengan mendatangi satu per satu wilayah adat masyarakat Kalumpang, dan mengumpulkan cerita tetua-tetua Kalumpang melalui pengetahuan dan pengalamannya pribadi.

Dengan dikumpulkannya referensi berupa buku dan tulisan dari arkeolog-arkeolog yang pernah meneliti Kalumpang, memudahkannya untuk menulis buku karyanya. Penulisan buku tersebut juga dilatarbelakangi oleh serbuan modernisasi terhadap budaya Kalumpang, ditambah dengan sikap generasi muda yang mengabaikan adat-istiadatnya.

Selain buku, ia juga mengimpikan untuk membangun rumah tradisional Kalumpang yang disebut “Banoa Batang”. Banoa Batang dicirikan dengan bentuk atap dan bahwanya yang unik. Tiang rumah panggung yang disambungkan dengan lantai rumah memiliki pola berbentuk rakit, yang diyakini sebagai jejak warisan bangsa Austronesia.

Dalam setiap kesempatan, Eli selalu memperjuangkan pembangunan rumah ke pemerintahan daerah. Rencananya, akan dijadikan museum untuk menyimpan berbagai benda purbakala yang ditemukan di Kalumpang.Sekarang ini, benda-benda tersebut tersebar di sejumlah tempat, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Belanda. Setelah museum itu jadi, barang-barang yang telah didata akan dikembalikan ke Kalumpang.

3 komentar:

  1. Menurut saya, kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Eli ini sangatlah dibutuhkan untuk masa kini, dimana orang-orang sudah tidak perduli dengan kebudayaan atau adat yang ada di Indonesia atau bahkan daerah tempat tinggalnya. Kegiatan ini juga sangatlah bermanfaat untuk anak-cucu kita di masa yang akan datang dan juga bermanfaat agar kebudayaan atau adat istiadat kita tidak dicuri atau diklaim oleh negara lain.

    BalasHapus
  2. Melakukan kegiatan pelestarian kebudayaan dan adat dinegara kita merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Tidak hanya Bapak Eli, kita sebagai warga negara Indonesia patutlah menjaga dan melakukan pelestarian kebudayaan dan adat. Saya harap, pemerintah juga menggalakkan dan mendukung aksi positif ini.

    BalasHapus
  3. Saya sangat setuju dengan kegiatan yang di lakukan oleh Bapak Eli yang semangat merawat dan melestarikan identitas kebudayaan di Sulawesi Barat. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang pura-pura tutup mata terhadap kebudayaan yang sebenarnya adalah harta yang patut di jaga. Serlah membaca sosok ini, saya berharap masyarakat Indonesia mau menajaga kebudayaan untuk diwariskan oleh generasi mendatang sama seperti yang telah di lakukan Bapak Eli. Thanks, Naimi!

    BalasHapus