ANDY WIJAYA
Kembalinya Jagoan Dunia
Perkomikan Indonesia
Kompas, Rabu, 23 Juli 2014
Andy Wijaya, pria kelahiran
Bogor tahun 1971 ini, adalah seseorang yang sangat gemar untuk membuat komik.
Bukan hanya komik biasa, melainkan komik mengenai para jagoan jagat komik
Indonesia, seperti Si Buta dari Goa Hantu dan Mandala. Komik-komik tersebut
sering kali kita jempui di Koran Kompas. Sebelum semua itu, Andy memang sudah
tertarik dengan dunia perkomikan sejak ia berusia tujuh tahun. Komik pertama
yang berkesan untuk Andy adalah Lima Jari Setan karya Kus Bram. Dari karya Kus
Bram lah, Andi mengenal Gandala: Bernapas Dalam Lumpur, dan semenjak itu ia
menjadi pecandu komik.
Andy terpikir untuk membuka
taman bacaannya sendiri (1982), di rumahnya Cideng, Jakarta Pusat. Dengan modal
Rp.5000 ia langsung membuka taman bacaannya tersebut dan laris. Usahanya sempat
terhenti pada tahun 1988, ketika itu ia bersekolah di STM Strada, Jakarta,
jurusan elektronika. Ia pun berkonsentrasi dan tak punya banyak waktu untuk
mengurus komik. Ia pun lulus kuliah dari Universitas Bina Nusantara, Jurusan
Teknik Komputer, pada tahun 1997.
Andy kembali memulai
perkomikannya pada tahun 2004, pada saat itu Pengumpul Komik Indonesia
(Pengki), menggelar pameran komik di British Council, Jakarta. Saat itu, hadir
beberapa komikus seperti Hans Jaladara pencipta Panji Tengkorak, dan Djair
pencipta Jaka sembung. Mereka adalah komikus yang menciptakan dunia persilatan
era 1960 hingga 1970-an.
Acara tersebut menjadi titik
balik Andy untuk memulai dunia perkomikannya kembali. Ia juga bertemu penggila
komik lainnya seperti Iwan Gunawan dan Syamsuddin. Karena mereka merasa sesame penggila
komik, akhirnya mereka mendirikan KomikIndonesia.com, Juni 2004. Andy membuka toko
komiknya sendiri, dan akhirnya bergabung dengan penerbit Bumi Langit.
Kompas yang bekerja sama dengan
PT Bumi Langit, akhirnya menghadirkan kembali sejumlah jagoan jagat komik yang
dibawa oleh Andy dan kawan-kawannya di PT Bumi Langit, sejak 1 Agustus 2013.
Dan komik-komik tersebut setiap hari muncul di halaman Koran Kompas Klasika. Andy
dan kawan-kawannya juga memperkenalkan tokoh baru, yaitu Aquanus. Andy
merencanakan akan menghadirkan tokoh Nusantara karya komikus Kus Bram.
Andy yang cinta akan komik
Indonesia, mengoleksi komik lebih dari 50.000 komik yang terdiri atas 3.000
judul. Jasa Andy sebagai kolektor (seperti yang dikatakan Seno Gumira
Ajidarma), tak kalah penting dalam memerankan pembermaknaan keberadaan komik
dalam kebudayaan Indonesia. Menurut Andy, Identitas suatu bangsa dapat
tercermin melalui komiknya.
Opini
Saya bangga dan salut dengan
jasa Bapak Andy, dengan adanya komik seperti ini, anak-anak tidak hanya
mengenal jagoan luar negeri, melainkan juga tidak hanya mengenal, tetapi juga
mencintai dan menghargai jagoan dan karya bangsa Indonesia.

Komik adalah buku bacaan yang selalu menjadi favorit banyak kalangan terutama kalangan remaja. Tetapi komik - komik yang menjadi favorit selalu datang dari mancanegara. Sangat jarang, orang - orang yang berminat akan komik dengan cerita asli Indonesia. Semoga Pak Andy dapat menginspirasi banyak kalangan agar bisa lebih tertarik pada komik asli Indonesia
BalasHapusSaya berharap semoga masih ada seseorang yang seperti Pak Andy, yang memperkenalkan tokoh-tokoh nusantara dan tentunya menarik perhatian dari semua kalangan untuk tertarik pada komik buatan asli Indonesia. Pak Andy mengembangkan kemampuan dan kecintaannya terhadap komik sehingga terjadilah komik asli Indonesia yang kini sudah terbit di koran kompas klasika
BalasHapusSaya kagum dengan sosok Bapak Andy yang mau memperkenalkan tokoh-tokoh nusantara yang sebenarnya tiak kalah dengan tokoh-tokoh dari luar nusantara dalam bentuk komik. Hal ini sangat menarik apalagi komik-komik ini berisikan cerita asli Indonesia. Saya pribadi sangat penasaran. Semoga dengan kegiatan mengembangkan kemampuan membuat komik terutama yang mengandung ceita asli Indonesia oleh Bapak Andy ini dapat membangkitkan motivasi pembuat komik dari Indonesia lainnya yang mau meneruskan jejak Bapak Andy. Terima kasih, Naimi.
BalasHapusSosok Pak Ansy ini sangatlah mengagumkan dan dibutuhkan untuk zaman sekarang. Komik memanglah hanya berguna untuk mengisi waktu luang. Namun dengan ide yang dimilikinya ia dapat mengembangkan komik ini dengan karakter-karakter serta cerita yang berasal dari Indonesia sehingga masyarakat Indonesia dapat menambah ilmu pengetahuannya hanya dengan membaca komik. Karena idenya pun ia dapat mengutipkan komiknya di koran kompas bagian klasika.
BalasHapusterima kasih Naimi untuk postingannya :)