Jumat, 23 Januari 2015

SOSOK (16)


Ariny NH



Melahirkan Novel dalam Keterbatasan

Kompas, Rabu, 10 Desember 2014


Ariny yang memiliki keterbatasan berupa tunadaksa ini, tidak mundur ketika ditanya cita-citanya. Ia telah merilis beberapa novel, cerpen dan puisi. Ini dimulai ketika ia masih muda belia. Setelah ia lulus dari Madrasah Tsanawiyah, diam di rumah menjadi hal yang membosankan untuk Ariny, ia pun mulai mulai menghabiskan waktu di media social. Ariny yang hobi membaca majalah bobo dari kelas 1 SD ini, memulai menulis berbegai cerita di akun facebook nya sejak tahun 2009.

Memasuki tahun 2012, Ariny semakin semangat untuk menulis setelah ia memiliki computer dan berkenalan dengan penulis novel dan scenario film bioskop Indonesia yaitu Fitria Pratnasari. Fitria mengajari ilmu EYD, kelogisan bahasa dan karakter dalam penulisan. Sejak kursus itu, Ariny pun mulai berani untuk mengutarakan keinginannya untuk menulis novel. Ia memulai dengan membuat status di akun facebook nya. Ia menanyakan apakah ada yang ingin membantunya dalam membuat novel.

Setelah mendapatkan orang-orang yang sesuai dengan kriteria Ariny, ia mulai menulis beberapa novel. Novel pertamanya dirilis pada akhir tahun 2012. Setelah itu ia mulai menulis novel secara individu. Ia menulis dua novel yang berjudul Kukembalikan Cintamu dan Kamu adalah Cintaku, novel ini langsung tembus ke penerbit mayor. Novel-novel tersebut terbit di akhir Juli 2013 dan Oktober 2013. Naskah tersebut di beli penerbit seharga Rp. 1.750.000 per naskah.

Keberhasilan menebus penerbit mayor menjadi pemicu semangatnya untuk terus menebus penerbit mayor Ariny menulis setiap hari, setidaknya minimal ia menghasilkan tulisan sepanjang lima halaman setiap harinya. Selain menulis novel, cerpen, dan puisi, Ariny juga mulai menyunting naskah novel dan cerpen yang akan diterbitkan penerbit indie. Ariny pun senang karena sudah dapat menghasilkan uang melalui hobinya, hal itu juga didukung oleh sang ibu.

Dalam hidupnya, Ariny berprinsip, bahwa keterbatasan fisiknya sama sekali bukan menjadi penghalang untuk menuju kesuksesan. Yang sering menjadi penghalang adalah keinginan untuk mendapatkan kesuksesan dengan cara yang cepat.


Opini

Saya terharu dengan semangat yang ada pada Ibu Ariny, walaupun ia memiliki kekurangan, itu tidak menjadi penghalang untuknya, melainkan menjadi pemicu semangat dia agar kesuksesan itu mampu ia gapai. Saya dapat belajar dari Ibu Ariny, bahwa saya harus selalu bersyukur dengan apapun yang saya miliki sekarang. Karena jika ibu Ariny bisa, mengapa saya tidak?. Semoga para pembaca juga mampu mendapat hikamh dari cerita Ibu Ariny ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar