Kihachiro Nishiura
Mengekspresikan Diri dengan Ikebana dan Kaligrafi Jepang
Kompas, Jumat 4 Juli 2014
Kihachiro Nichiura adalah seorang perangkai bunga, di negaranya di sebut
dengan Ikebana yang berarti merangkai bunga. Menurutnya merangkai bunga tidak
hanya sekedar dekorasi, tetapi dimana ia dapat mengungkapkan perasaannya
melalui bunga-bunga itu. Kihachiro lahir pada 8 Februari 1970 di Tokyo Jepang .Kihachiro
merupakan keturunan dari Nishiura Enji, seorang pendiri sekolah keramik
Nishiura-yaki. Sewaktu ia masih kecil, ia selalu di kelilingi budaya
tradisional Jepang. Ia pun memiliki gaya yang unik dalam mengekspresikan
budayanya, yang disebut dengan Nishiura style.
Walaupun ia di kelilingi budaya Jepang, ia pun sempat ingin ke luar negeri
untuk mencari sesuatu yang baru. Setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk pergi
ke Amerika Serikat. Setelah lulus S-2, ia kembali ke Tokyo untuk berkarya
budaya tradisional Jepang. Ia kembali menekuni budayanya seperti aliran ikebana, kodo, chado urasenke (jamuan
minum teh aliran urasenke), shodo (kaligrafi Jepang), togei (seni keramik), dan
kaiga (seni lukis).
Walau terkadang mengalami kesulitan, Kihachiro yakin akan setitik cahaya
untuk mengembangkan budayanya. Selain memperkenalkannya ke seluruh dunia, ia
juga mengajar di beberapa sekolah, salah satunya mengajar ikebana untuk
anak-anak. Tidak hanya ikebana, Kihachiro juga seorang penulis kaligrafi,
menurutnya juga kaligrafi bukanlah menulis biasa, ketika akan mengambil tinta,
ia harus memutuskan apa yang ingin ia tulis, sebelum menulis pun ia terkadang
bermeditasi dan menghilangkan beban terlebih dahulu, itulah cara ia dalam
mengekspresikan dirinya.
Opini
Saya senang sekali akan bunga, terlebih lagi jika bunga tersebut di
rangkai. Saya belum pernah menemukan seseorang yang begitu senang akan merangkai
bunga, dan itu tidak aneh jika datangnya dari Negara asing. Bunga merupakan hal
yang indah dan istimewa bagi orang-orang, terutama bagi perempuan, semoga di
Indonesia semakin banyak juga orang-orang yang semakin kreatif dalam hal merangkai
bunga, sehingga kita juga tidak kalah dengan Negara lain.

Saya bangga terhadap sosok ini, karena ia masih ingat akan negara tempat ia dilahirkan. Kihachiro Nishiura mencari ilmu ke Amerika Serikat dan kembali lagi untuk melestarikan budaya jepang. Saya kagum dengan pekerjaan beliau karena merangkai bunga bukanlah hal yang mudah harus dibutuhkan keahlian dan imajinasi yang tinggi, begitu pula dengan meulis kaligrafi yang dibutuhkan kesabaran. Semoga sosok ini dapat menjadi contoh untuk kita semua:)
BalasHapus