Senyawa
Perjalanan
Panjang Sang Duo
Kompas,
Kamis, 8 Januari 2015
Senyawa adalah duo yang merancang istrumen bunyi dan memperkenalkannya ke
berbagai negara. Duo ini sudah menjelajahi Asia, Eropa, dan Australia. Semua
ini berawal ketika senyawa secara sadar memilih jalur kontemporer. Mereka
menganggap bahwa musik tidak hanya ada pop dan rock, melainkan berada di luar
kutub itu. Duo yang beranggotakan Rully dan Wukir ini dipertemukan oleh Woto
Wibowo alias Wok The Rock. Wok meminta Rully secara spontan jamming dengan Wukir di sebuah acara
yang ia buat pada 8 Mei 2010. Dan rupanya mereka cocok, dan dua bulan setelah
kolaborasi, Rully mengabarkan Wok bahwa mereka segera merekam hasil kolaborasi
tersebut.
Rully mempunyai keunikan vocal yang mengingatkan penggemar rock 1990-an
pada sosok Mike Patton dari grup Faith No More. Sedangkan Wukir berada di sisi
instrument musik. Ia merancang alat music dari bambu sepanjang sekitar 1 meter.
Alat ini dinamakan bambu Wukir. Alat ini dimainkan Wukir dengan cara memetik, menggesek
dengan busur biola, meng-genjreng, mengetuk, hingga membetot. Instrumen lain
adalah solet yaitu sendok yang digunakan untuk mengaduk dodol. Bunyi yang
dihasilkan lebih berat dari pada bambu Wukir.
Bagi Wukir, membuat alat musik adalah sebuah keniscayaan. Sejak remaja,
Wukir terbiasa membuat music dari benda sehari-hari, mulai dari seng hingga
kelereng. Kemudian ia mulai bereksperimen dengan peralatan pertanian, hal itu
sebagai tanggapan pada budaya agraris yang ia alami di daerah asalnya di Kota Batu,
Jawa Timur. Musik ini bukan jadi hal yang bisa dinikmati setiap hari, tapi
menurut mereka hal ini merupakan kehidupan baru. Rully bahkan memutuskan untuk
berhenti dari pekerjaan tetapnya sebagai interpreter perusahaan minuman
multinasional.
Jalan duo ini pada festival musik internasional terbuka setelah tur di
Autralia. Mereka menjelajahi Eropa, seperti Denmark, Swedia, Norwegia, Belgia,
Belanda, Jerman, Swiss, dan Perancis. Seluruh biasa perjalanan luar negeri itu
ditanggung pengundang, mereka di bayar secara professional. Dan bukan hanya
uang yang mereka dapat, tetapi juga karya-karya baru. Januari ini, mereka
bersiap tampil di Mona Foma Festival di Tasmania, Australia, dilanjutkan dengan
CTM Festival di Berlin, Jerman.
Opini
Banyak masyarakat yang berkarya di bidang musik, terutama pada era ini.
Tetapi jarang yang ada hingga sampai keluar negeri, dan memperkenalkan musiknya
kepada negara asing. Saya bangga dengan duo ini, terlebih lagi banyak bantuan
yang membuat mereka menjadi lebih mudah untuk menaikkan namanya. Semoga pemusik
di negara kita juga bisa seperti duo senyawa ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar