Selasa, 20 Januari 2015

SOSOK (15)


Senyawa



Perjalanan Panjang Sang Duo

Kompas, Kamis, 8 Januari 2015


Senyawa adalah duo yang merancang istrumen bunyi dan memperkenalkannya ke berbagai negara. Duo ini sudah menjelajahi Asia, Eropa, dan Australia. Semua ini berawal ketika senyawa secara sadar memilih jalur kontemporer. Mereka menganggap bahwa musik tidak hanya ada pop dan rock, melainkan berada di luar kutub itu. Duo yang beranggotakan Rully dan Wukir ini dipertemukan oleh Woto Wibowo alias Wok The Rock. Wok meminta Rully secara spontan jamming dengan Wukir di sebuah acara yang ia buat pada 8 Mei 2010. Dan rupanya mereka cocok, dan dua bulan setelah kolaborasi, Rully mengabarkan Wok bahwa mereka segera merekam hasil kolaborasi tersebut.

Rully mempunyai keunikan vocal yang mengingatkan penggemar rock 1990-an pada sosok Mike Patton dari grup Faith No More. Sedangkan Wukir berada di sisi instrument musik. Ia merancang alat music dari bambu sepanjang sekitar 1 meter. Alat ini dinamakan bambu Wukir. Alat ini dimainkan Wukir dengan cara memetik, menggesek dengan busur biola, meng-genjreng, mengetuk, hingga membetot. Instrumen lain adalah solet yaitu sendok yang digunakan untuk mengaduk dodol. Bunyi yang dihasilkan lebih berat dari pada bambu Wukir.

Bagi Wukir, membuat alat musik adalah sebuah keniscayaan. Sejak remaja, Wukir terbiasa membuat music dari benda sehari-hari, mulai dari seng hingga kelereng. Kemudian ia mulai bereksperimen dengan peralatan pertanian, hal itu sebagai tanggapan pada budaya agraris yang ia alami di daerah asalnya di Kota Batu, Jawa Timur. Musik ini bukan jadi hal yang bisa dinikmati setiap hari, tapi menurut mereka hal ini merupakan kehidupan baru. Rully bahkan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tetapnya sebagai interpreter perusahaan minuman multinasional.

Jalan duo ini pada festival musik internasional terbuka setelah tur di Autralia. Mereka menjelajahi Eropa, seperti Denmark, Swedia, Norwegia, Belgia, Belanda, Jerman, Swiss, dan Perancis. Seluruh biasa perjalanan luar negeri itu ditanggung pengundang, mereka di bayar secara professional. Dan bukan hanya uang yang mereka dapat, tetapi juga karya-karya baru. Januari ini, mereka bersiap tampil di Mona Foma Festival di Tasmania, Australia, dilanjutkan dengan CTM Festival di Berlin, Jerman.


Opini

Banyak masyarakat yang berkarya di bidang musik, terutama pada era ini. Tetapi jarang yang ada hingga sampai keluar negeri, dan memperkenalkan musiknya kepada negara asing. Saya bangga dengan duo ini, terlebih lagi banyak bantuan yang membuat mereka menjadi lebih mudah untuk menaikkan namanya. Semoga pemusik di negara kita juga bisa seperti duo senyawa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar