Sabtu, 03 Januari 2015

SOSOK (13)


MICHAEL WILUAN



Sinema Global dari Batam

Kompas, Jumat, 30 Mei 2014


Michael yang biasa di panggil Mike, bukan hanya seorang model, tetapi ia juga seorang pebuat film yang memimpin studio film Infinite Studios, yang merupakan terbesar di Asia Tenggara. Awal karya Mike dimulai ketika ia masih kecil, ia memiliki kebiasaan menonton film bersama dengan saudara-saudaranya.  Dengan kebiasaan itu, Mike menjadi suka akan film. Tetapi kebiasaannya itu sempat terhenti dikarenakan ia harus sekolah di Dragon School, Oxford, pada saat itu ia masih berumur 10 tahun. Ia mengakhiri masa studinya di Inggris lalu pindah ke tanah kelahirannya di Singapura. Ia sempat menjadi pemain film dan model, serta pekerjaan lain terkait dengan industry hiburan. Lalu ia dipanggil oleh ayahnya untuk mengurusi bisnis di Batam.

Selama bertugas, ia mempelajari tata cara pengelolaan bisnis. Dan itu menjadi bekal penting saat ia terjun di bidang perfilman, yang merupakan mimpinya sejak ia masih kecil. Hal itu didukung Ayahnya untuk mencapai visinya. Studio Infinite di Batam berdiri di Batam pada lahan milik grup bisnis Kris Wiluan. Mike mengatakan bahwa tidak mudah membangun studio film tersebut, tetapi dengan keteguhan dan keyakinan pada visi serta kerja keras bersama dengan timnya, perlahan mereka dapat mewujudkan Infinite.

Sekarang infinite bisa dikatakan nyaris tidak kesulitan mendapatkan tenaga muda kreatif. Semakin banyak orang yang bersedia bergabung dengan Mike. Dari studio yang memiliki karyawan kurang dari 50 orang, kini bertambah menjadi sekitar 300 orang. Dari studio itu, dihasilkannya 400 seri film animasi dengan berbagai judul, yang dipasarkan di pulahan Negara di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia. Penghargaan dari berbagai festival, diraih Mike untuk animasi dan film produksi Infinite Studios. Meski sudah banyak film yang diproduksi di Batam dan kota lain di Indonesia, Mike mengatakan bahwa ia belum puas, ia akan terus mencari kesempatan untuk memproduksi film di Indonesia.

Mike mengatakan bahwa kesuksesan itu ditentukan dengan melihat berbagai peluang, termasuk melihat peluang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, sebagai peluang untuk mengembangkan industri perfilman. Tantangan bagi Mike adalah membawa lebih banyak produksi film ke Indonesia, Mike dan tim tertantang karena masih banyak orang yang tidak tahu tentang Negara kita. Sehingga ia berpikir bahwa film tersebut merupakan duta dalam Negara kita. Sekarang ada 10 studio di Indonesia, Singapura, dan Malaysia yang dapat saling menjangkau. Kedekatan tersebut membawa aura positif dan peluang kerja sama. Sehingga dengan kerja sama, Indonesia mampu masuk ke pasar global ASEAN.



Opini

Setelah membaca sosok Mike, saya bangga dan senang dengan adanya perkembangan perfilman di Indonesia. Sehingga Negara kita tidak tertinggal dengan Negara lain. Banyak sekali orang yang kreatif, tetapi tidak sanggup melalui likak likuk perjalanan untuk mencapai kesuksesan yang mereka impikan. Dengan melihat sosok Mike, kita mampu melihat, walaupun berat dan sulit dan begitu ketat akan persaingan yang ada, Mike tetap menjalani semuanya dengan terus berjalan melaluinya. Semoga kita dapat mencotoh sifat Mike tersebut.

1 komentar:

  1. Jalan menuju sukses sangatlah banyak dan berbeda-beda untuk setiap orang. dan semua orang berhak untuk sukses, tetapi tergantung dari individu masing-masing bagaimana mereka mencari jalan tersebut. Sosok Mike merupakan sosok yang pantang menyerah karena ia ingin membawa lebih banyak produksi film ke Indonesia, karena masih banyak orang yang tidak tahu tentang Negara kita Semoga apa yang diimpikan oleh Mike bisa tercapai terutama Indonesia mampu masuk ke pasar global ASEAN. :)

    BalasHapus