MICHAEL
WILUAN
Sinema
Global dari Batam
Kompas,
Jumat, 30 Mei 2014
Michael
yang biasa di panggil Mike, bukan hanya seorang model, tetapi ia juga seorang
pebuat film yang memimpin studio film Infinite Studios, yang merupakan terbesar
di Asia Tenggara. Awal karya Mike dimulai ketika ia masih kecil, ia memiliki
kebiasaan menonton film bersama dengan saudara-saudaranya. Dengan kebiasaan itu, Mike menjadi suka akan
film. Tetapi kebiasaannya itu sempat terhenti dikarenakan ia harus sekolah di
Dragon School, Oxford, pada saat itu ia masih berumur 10 tahun. Ia mengakhiri
masa studinya di Inggris lalu pindah ke tanah kelahirannya di Singapura. Ia
sempat menjadi pemain film dan model, serta pekerjaan lain terkait dengan
industry hiburan. Lalu ia dipanggil oleh ayahnya untuk mengurusi bisnis di
Batam.
Selama
bertugas, ia mempelajari tata cara pengelolaan bisnis. Dan itu menjadi bekal
penting saat ia terjun di bidang perfilman, yang merupakan mimpinya sejak ia
masih kecil. Hal itu didukung Ayahnya untuk mencapai visinya. Studio Infinite
di Batam berdiri di Batam pada lahan milik grup bisnis Kris Wiluan. Mike
mengatakan bahwa tidak mudah membangun studio film tersebut, tetapi dengan
keteguhan dan keyakinan pada visi serta kerja keras bersama dengan timnya,
perlahan mereka dapat mewujudkan Infinite.
Sekarang
infinite bisa dikatakan nyaris tidak kesulitan mendapatkan tenaga muda kreatif.
Semakin banyak orang yang bersedia bergabung dengan Mike. Dari studio yang
memiliki karyawan kurang dari 50 orang, kini bertambah menjadi sekitar 300
orang. Dari studio itu, dihasilkannya 400 seri film animasi dengan berbagai
judul, yang dipasarkan di pulahan Negara di Eropa, Amerika, Australia, dan
Asia. Penghargaan dari berbagai festival, diraih Mike untuk animasi dan film
produksi Infinite Studios. Meski sudah banyak film yang diproduksi di Batam dan
kota lain di Indonesia, Mike mengatakan bahwa ia belum puas, ia akan terus
mencari kesempatan untuk memproduksi film di Indonesia.
Mike
mengatakan bahwa kesuksesan itu ditentukan dengan melihat berbagai peluang,
termasuk melihat peluang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, sebagai peluang
untuk mengembangkan industri perfilman. Tantangan bagi Mike adalah membawa
lebih banyak produksi film ke Indonesia, Mike dan tim tertantang karena masih
banyak orang yang tidak tahu tentang Negara kita. Sehingga ia berpikir bahwa
film tersebut merupakan duta dalam Negara kita. Sekarang ada 10 studio di
Indonesia, Singapura, dan Malaysia yang dapat saling menjangkau. Kedekatan
tersebut membawa aura positif dan peluang kerja sama. Sehingga dengan kerja
sama, Indonesia mampu masuk ke pasar global ASEAN.
Opini
Setelah
membaca sosok Mike, saya bangga dan senang dengan adanya perkembangan perfilman
di Indonesia. Sehingga Negara kita tidak tertinggal dengan Negara lain. Banyak
sekali orang yang kreatif, tetapi tidak sanggup melalui likak likuk perjalanan
untuk mencapai kesuksesan yang mereka impikan. Dengan melihat sosok Mike, kita
mampu melihat, walaupun berat dan sulit dan begitu ketat akan persaingan yang
ada, Mike tetap menjalani semuanya dengan terus berjalan melaluinya. Semoga
kita dapat mencotoh sifat Mike tersebut.

Jalan menuju sukses sangatlah banyak dan berbeda-beda untuk setiap orang. dan semua orang berhak untuk sukses, tetapi tergantung dari individu masing-masing bagaimana mereka mencari jalan tersebut. Sosok Mike merupakan sosok yang pantang menyerah karena ia ingin membawa lebih banyak produksi film ke Indonesia, karena masih banyak orang yang tidak tahu tentang Negara kita Semoga apa yang diimpikan oleh Mike bisa tercapai terutama Indonesia mampu masuk ke pasar global ASEAN. :)
BalasHapus