Minggu, 11 Januari 2015

SOSOK (14)



Kihachiro Nishiura



Mengekspresikan Diri dengan Ikebana dan Kaligrafi Jepang

Kompas, Jumat 4 Juli 2014


Kihachiro Nichiura adalah seorang perangkai bunga, di negaranya di sebut dengan Ikebana yang berarti merangkai bunga. Menurutnya merangkai bunga tidak hanya sekedar dekorasi, tetapi dimana ia dapat mengungkapkan perasaannya melalui bunga-bunga itu. Kihachiro lahir pada 8 Februari 1970 di Tokyo Jepang .Kihachiro merupakan keturunan dari Nishiura Enji, seorang pendiri sekolah keramik Nishiura-yaki. Sewaktu ia masih kecil, ia selalu di kelilingi budaya tradisional Jepang. Ia pun memiliki gaya yang unik dalam mengekspresikan budayanya, yang disebut dengan Nishiura style.

Walaupun ia di kelilingi budaya Jepang, ia pun sempat ingin ke luar negeri untuk mencari sesuatu yang baru. Setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat. Setelah lulus S-2, ia kembali ke Tokyo untuk berkarya budaya tradisional Jepang. Ia kembali menekuni budayanya seperti  aliran ikebana, kodo, chado urasenke (jamuan minum teh aliran urasenke), shodo (kaligrafi Jepang), togei (seni keramik), dan kaiga (seni lukis).

Walau terkadang mengalami kesulitan, Kihachiro yakin akan setitik cahaya untuk mengembangkan budayanya. Selain memperkenalkannya ke seluruh dunia, ia juga mengajar di beberapa sekolah, salah satunya mengajar ikebana untuk anak-anak. Tidak hanya ikebana, Kihachiro juga seorang penulis kaligrafi, menurutnya juga kaligrafi bukanlah menulis biasa, ketika akan mengambil tinta, ia harus memutuskan apa yang ingin ia tulis, sebelum menulis pun ia terkadang bermeditasi dan menghilangkan beban terlebih dahulu, itulah cara ia dalam mengekspresikan dirinya.


Opini

Saya senang sekali akan bunga, terlebih lagi jika bunga tersebut di rangkai. Saya belum pernah menemukan seseorang yang begitu senang akan merangkai bunga, dan itu tidak aneh jika datangnya dari Negara asing. Bunga merupakan hal yang indah dan istimewa bagi orang-orang, terutama bagi perempuan, semoga di Indonesia semakin banyak juga orang-orang yang semakin kreatif dalam hal merangkai bunga, sehingga kita juga tidak kalah dengan Negara lain.

1 komentar:

  1. Saya bangga terhadap sosok ini, karena ia masih ingat akan negara tempat ia dilahirkan. Kihachiro Nishiura mencari ilmu ke Amerika Serikat dan kembali lagi untuk melestarikan budaya jepang. Saya kagum dengan pekerjaan beliau karena merangkai bunga bukanlah hal yang mudah harus dibutuhkan keahlian dan imajinasi yang tinggi, begitu pula dengan meulis kaligrafi yang dibutuhkan kesabaran. Semoga sosok ini dapat menjadi contoh untuk kita semua:)

    BalasHapus